Senin, 15 November 2010

cara kerja internet dan sejarah internet

1.Transmission Control Protokol (TCP)

Oleh Leonardi tarigan
   
    Secara teoritis, sebuah protokol trasport layer merupakan sebuah rutin sederhana software, meskipun tidak sesederhana itu. Alasan penggunaan lapisan transport yang kompleks ini merupakan jawaban dari rendahnya reliabilitas IP, dimana IP tidak mampu memberikan jaminan sampainya datagram ke tujuan untuk jenis koneksi connectionless. IP bertugas menentukan routing sebuah datagram, tetapi jika terjadi masalah pada datagram tersebut maka IP akan menolaknya tanpa alasan (dengan membangkitkan pesan kesalahan ICMP ke pengirim).
         Kebanyakan user beranggapan bahwa TCP dan IP merupakan protokol yang digunakan berpasangan, akan tetapi TCP dapat digunakan dengan protokol lain tanpa IP. misalnya, TCP atau bagiannya digunakan pada File Trasfer Protocol (FTP) dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), keduanya tidak menggunakan IP.
        Transmission Control Protocol menyediakan sejumlah layanan ke lapisan IP dan upper layer. Hal terpenting TCP menyediakan layanan protokol connection-oriented kepada upper layer yang memberikan jaminan datagram yang dikirm sebuah aplikasi ke jaringan sampai ke tujuan. Dalam hal ini, TCP bertindak sebagai message-validation protocol yang menyediakan layanan komunkasi yang handal. Jika datagram hilang atau rusak, TCP biasanya menangani retransmisi, bukan aplikasi pada upper layer.
TCP mengatur aliran datagram dari lapisan di atasnya (lapisan aplikasi) hingga lapisan IP, sebagaimana datagram yang datang dari lapisan IP hingga ke protokol yang lebih tinggi. TCP terletak pada lapisan transport, posisinya di atas lapisan IP dan dibawah lapisan aplikasi, seperti pada gambar berikut ini TCP berada pada lapisan dimana datagram diproses sekaligus untuk memastikan apakah datagram telah dikirim dari sumber ke mesin target. TCP tidak bekerja untuk menentukan rute datagram, sehingga tidak pernah ada lapisan TCP pada gateway.
GAMBAR: Komunikasi End-to-End TCP
GAMBAR: Komunikasi End-to-End TCP
         Karena TCP merupakan protokol connection-oriented yang bertanggung jawab untuk memastikan transfer datagram dari sumber ke tujuan (end-to-end communication), TCP harus menerima pesan komunikasi dari tujuan untuk memberitahu penerima datagram. Istilah virtual circuit biasanya digunakan untuk menunjukkan komunikasi antara dua mesin, dimana acknowledgement ini berisi pesan konfirmasi penerimaan, atau kode kesalahan beserta nomor urut datagram (sequence number)
Untuk mengilustrasikan aturan TCP berikut diberikan contoh; sebuah software TCP menerima stream byte dan merangkainya menjadi segmen TCP atau paket. Pada proses merangkai segmen, informasi header ditambahkan pada bagian depan data. Setiap segmen memiliki sebuah checksum yang telah dihitung yang menyatu dengan header. Panjang segmen biasanya ditentukan oleh TCP atau oleh sebuah value sistem yang ditetapkan oleh administrator (panjang segmen TCP tidak ada hubungannya dengan panjang datagram IP, meski kadang terdapat hubungan diantara keduanya).
          Jika dibutuhkan komunikasi dua arah (misalnya telnet atau FTP),  maka sebuah koneksi (virtual connection) antara mesin pengirim dan penerima akan dibuat untuk melewatkan segmen TCP ke IP untuk routing. Proses ini dimulai dengan software TCP pengirim mengirimkan sebuah request (permintaan) untuk sebuah koneksi TCP kepada mesin penerima. Dalam message terdapat sebuah nomor unik (disebut nomor socket) yang akan mengidentifikasi koneksi mesin pengirim. Software TCP penerima juga akan membuat nomor socket yang unik dan mengirimnya kembali ke mesin pengirim, kedua nomor unik ini akan membentuk koneksi pada kedua mesin hingga virtual circuit diakhiri.
Setelah virtual circuit (VC) ditetapkan, TCP akan mengirim segmen ke IP, yang kemudian akan mengelurkan message ke network sebagai sebuah datagram. IP dapat melakukan perubahan terhadap segmen dengan melakukan segmentasi dan reassembly di mesin tujuan.
         Jika message lebih panjang dari TCP (bukan datagram IP), mesin penerima TCP akan merangkai pesan berdasarkan nomor urut yang terdapat pada setiap header segmen. Jika sebuah segmen hilang atau rusak (dapat diperiksa melalui checksum), maka TCP akan mengirimkan sebuah pesan nomor urut segmen yang mengalami kegagalan, sehingga software TCP pengirim akan mengirim kembali segmen yang rusak.
         Jika hanya ada satu segmen yang digunakan untuk sebuah message setelah membandingkan checksum segmen dengan sebuah nilai baru, maka software TCP penerima dapat membangkitkan sebuah acknowledgement (ACK) positif atau permintaan untuk mengirim kembali dan mengembalikan permintaan ke lapisan pengirim.

2.PENGERTIAN INTERNET


     Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected-networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

      Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.
Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

          Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

         Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

           Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.

        Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.

        Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.

Internet pada saat ini


Representasi grafis dari jaringan WWW (hanya 0.0001% saja).
Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

  Budaya Internet

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.

Tata tertib Internet

Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket.
Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).

Isu moral dan undang-undang

Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.
Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam Internet.

Akses Internet


Anak-anak sedang menggunakan komputer untuk mengakses Internet.
Negara dengan akses Internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses Internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan di dukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang fair dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "perangkap jebakan" agar supaya si pengguna Internet bayar lebih mahal sampai ber juta-juta rupiah!!, lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan di kantor.
Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga dapat mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.

 Penggunaan Internet di tempat umum

    Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan Internet termasuk perpustakaan, dan Internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses Internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.
Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses Internet.

Tokoh-tokoh Internet


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar